February, 2017

now browsing by month

 

ANJURAN PASIEN AGAR BERSABAR DAN TAHAN UJI

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على محمد وآله وصحبه أجمعين.وبعد:
Judul Asli:
حث المريض على الصبر والتحمل
Oleh: Syeikh Abu Barra Osamah bn Yasin Al-Ma”aani
Alih bahasa:Salahudin Sunan Alsasaki

Ku peruntukkan bagi sahabat-sahabatku yang sedang ditimpa ujian sakit medis maupun non medis.Renungilah dan amalkan.Semoga diberi kekuatan.Aamiiiin

“Diantara masalah-masalah mendasar yang harus diperhatikan oleh seorang mu”alij,juga diantara yang menjadi tujuannya didalam masa pengobatan adalah menjelaskan kepada pasien mengenai pahala yang besar yang dijanjikan Allah SWT bagi orang-orang yang sabar yang mengharap pahala dari cobaan yang ia alami.

Dr.Abdul Razaq Al-Kailaani berkata: Diantara cara mengobati kejiwaan adalah dengan membiasakan pasien untuk bersabar dan agar tidak mengeluh..karena mengeluh itu sebagai tanda dari ketidak ridhoan pasien terhadap ketentuan Allah SWT.Sikap tersebut dapat menghilangkan pahala yang telah Allah SWT janjikan kepada orang-orang yang sabar.Demikian juga kesabaran itu dapat menguatkan imunitas jiwa dan tubuh pasien..hingga kesembuhannya akan lebih cepat dengan izin Allah SWT.Diriwayatkan dari Imam Ahmad bn Hambal rahimahulloh,beliau di beritahu waktu sakitnya yang terakhir,bahwa Thowus menganggap rintihan pasien itu termasuk kedalam perbuatan mengeluh.Dari perkataan Thowus ini,sebagaimana yang dikatakan oleh Abdulloh bn Ahmad bn Hambal, bahwa bapakku,mam Ahmad bn Hambal tidak pernah merintih selama sakitnya sampai beliau meninggal.

Dr Abdul Rozzaq Al-Kailaany juga berkata: “Kesabaran pasien dianggap diantara sebab-sebab terbesar yang dapat membantu kesembuhan pasien…orang-orang yang sabar adalah mereka yang kuat jiwa dan imannya..yang percaya terhadap rahmat Tuhannya.Hal ini adalah diantara sebab-sebab kesembuhan dari penyakit mereka.Pasien yang sabar adalah pasien yang bersabar pada satu dokter,dan satu pengobatan.Dia tidak gonta-ganti dokter hingga terjadilah berbagai macam pendapat tentang penyakitnya.Akibatnya berbagai macam obat tercampur didalam tubuhnya hingga membahayakan dirinya sendiri bukan bermanfaat.Disini pasien harus tahu bahwa sabar terhadap penyakit dapat menghapus dosa sebagaimana sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi”. (HR. Muslim no. 2575).Perlu diingat bahwa seorang yang sakit itu harus berpegang teguh pada kesabaran dan bertawakkal kepada Rabb subhaanahu wa ta’aala,karena segala sesuatu dalam agama islam itu memiliki harga dan balasan”.(Alhaqoiq Attibbiyah fil Islam hal.278).

Syeikh Abu Barra berkata:”Apa yang dikatakan Dr.Alkailaany diatas sangat mengena,dan hal inilah yang menimpa kebanyakan orang yang ditimpa sakit.Kita lihat mereka berpindah dari satu tempat ketempat lain,dari satu negara ke negara lain,dandari satu peruqyah ke peruqyah yang lain,bahkan mereka memburu setiap orang yang bisa meruqyah dimanapun mereka berada.Orang-orang seperti ini melupakan hal yang penting yaitu bersabar dan mengharap pahala,dan kembali kepada penyebab dari sebab-sebab.Semua itu menyebabkan keengganan golongan tersebut mencari kesembuhan dari Allah SWT dan bertawakkal kepada-Nya.Semua ini akan menyebabkan keburukan pada agama dan tubuh.Mereka percaya pada sebagian orang dan tidak percaya pada sebagian yang lain didalam pengobatan mereka.Pengobatan tersebut membahayakan tubuh mereka yang diakibatkan oleh keputusasaan mereka didalam menggunakan berbagai macam jenis obat,dan itu juga berlaku pada apa yang digunakan didalam ruqyah,khususnya yang datang dari peruqyah-peruqyah yang bodoh.
Hanya kepada Allah kita mengeluh wa laa hau laa wa laa quwwata illa billah.
Sumber:
القواعد المثلى لعلاج الصرع والسحر والعين بللقران
Hal:118
Oleh:Syeikh Abu Barra Osamah bn Yasin(حفظه الله ورعاه).
تعقيبي :
Komentar saya: Apa yang tertulis diatas memang seperti itulah yang terjadi di lapangan.Pasien begitu antusias sekali dalam mencari peruqyah yang sudah terkenal dan punya nama.Mereka tidak peduli dimana saja mereka berada.Keadaan ini tidaklah dianggap tidak boleh,tapi yang dikhawatirkan adalah rasa ketergantungan pasien ini justru penyebab dari ketidak sembuhannya. Mereka menganggap peruqyah yang sudah terkenal itu seperti supermen yang begitu datang langsung masalahnya beres.Ini keadaan yang sangat berbahaya dari sisi aqidah.Pasien sudah masuk pada kesyirikan yang tidak disadarinya.Disinilah tugas peruqyah yang bersangkutan untuk meluruskan sikap pasien nya bila sudah masuk pada keadaan diatas bukannya malah membiarkannya dan akhirnya peruqyah ini gagal dan terjerumus,baik pasien maupun peruqyah,kejeratan iblis.Semoga kita cepat-cepat menyadarinya dan semoga terjemahan ini bermanfaat.Aamiiijn ya Rabb.
وصل الله على محمد وآل وصحبه وسلم.والحمد لله رب العالمين.والله تعالى أعلى وأعلم.

Ditulis oleh:
Ustadz Abu Alya

SIAPAKAH JIN QORIN

Qorin adalah jin yang ditugasi untuk mendampingi setiap manusia dengan tugas menggoda dan menyesatkannya. Karena itu, qorin termasuk setan dari kalangan jin.

Syaikh Ibnu Utsaimin ditanya, “Apa itu qorin?” Beliau menjawab, “Qorin adalah setan yang ditugasi untuk menyesatkan manusia dengan izin Allah. Dia bertugas memerintahkan kemungkaran dan mencegah yang ma’ruf. Sebagaimana yang Allah firmankan,

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِالْفَحْشَآءِ وَاللهُ يَعِدُكُم مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلاً وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Setan menjanjikan kefakiran untuk kalian dan memerintahkan kemungkaran. Sementara Allah menjanjikan ampunan dan karunia dari-Nya. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 268)Akan tetapi, jika Allah memberikan karunia kepada hamba-Nya berupa hati yang baik, jujur, selalu tunduk kepada Allah, lebih menginginkan akhirat dan tidak mementingkan dunia maka Allah akan menolongnya agar tidak terpengaruh gangguan jin ini, sehingga dia tidak mampu menyesatkannya. (Majmu’ Fatawa, 17:427)

Dalil Adanya Jin Qorin

Di antara dalil yang menunjukkan adanya qorin:
a. Firman Allah

قَالَ قَرِينُهُ رَبَّنَا مَا أَطْغَيْتُهُ وَلَكِنْ كَانَ فِي ضَلالٍ بَعِيدٍ

“Yang menyertai manusia berkata : “Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh.” (QS. Qaf: 27)

Dalam tafsir Ibn Katsir dinyatakan bahwasanya Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu, Mujahid, Qatadah dan beberapa ulama lainnya mengatakan, “Yang menyertai manusia adalah setan yang ditugasi untuk menyertai manusia.” (Tafsir Ibnu Katsir, 7:403)

b. Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap orang di antara kalian telah diutus untuknya seorang qorin (pendamping) dari golongan jin.” Para sahabat bertanya, “Termasuk Anda, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,

وَإِيَّايَ إِلاَّ أَنَّ اللَّه أَعَانَنِي عَلَيْهِ فَأَسْلَمَ فَلا يَأْمُرنِي إِلاَّ بِخَيْرٍ

“Termasuk saya, hanya saja Allah membantuku untuk menundukkannya, sehingga dia masuk Islam. Karen itu, dia tidak memerintahkan kepadaku kecuali yang baik.” (HR. Muslim)

Tugas jin Qorin

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ما منكم من أحد إلاوقد وكل به قرينه من الجن

“Setiap orang di antara kalian telah diutus untuknya seorang qorin (pendamping) dari golongan jin.” (HR. Muslim)

Imam An-Nawawi mengatakan, “Dalam hadis ini terdapat peringatan keras terhadap godaan jin qorin dan bisikannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi tahu bahwa dia bersama kita, agar kita selalu waspada sebisa mungkin. (Syarh Shahih Muslim, 17:158)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajid menjelaskan,
“Berdasarkan perenungan terhadap berbagai dalil dari Alquran dan sunah dapat disimpulkan bahwa tidak ada tugas bagi jin qorin selain menyesatkan, mengganggu, dan membisikkan was-was. Godaan jin qorin ini akan semakin melemah, sebanding dengan kekuatan iman pada disi seseorang.” (Fatawa Islam, tanya jawab, no. 149459)

Apakah qorin juga menyertai manusia setelah dia meninggal?

Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan, “Apakah qorin ini akan terus menyertai manusia, sampai menemaninya di kuburan? jawabnya, Tidak. Zahir hadis –Allahu a’lam– menunjukkan bahwa dengan berakhirnya usia manusia, maka jin ini akan meninggalkannya. Karena tugas yang dia emban telah berakhir. Ketika manusia mati maka akan terputus semua amalnya, kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakannya. (HR. Muslim). (Majmu’ Fatawa, 17:427)

Cara Melindungi Diri dari Jin Qorin

Banyaklah berdzikir dan memohon perlindungan kepada Allah. Jika kita sungguh-sungguh melakukan hal ini, insyaaAllah, akan datang perlindungan dari Sang Kuasa. Allah berfirman,

وَإِمَّا يَنَزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Apabila setan menggodamu maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-A’raf: 200)

Dalam Tafsir As-Sa’di dinyatakan, “Kapanpun, dan dalam keadaan apapun, ketika setan menggoda Anda, dimana Anda merasakan adanya bisikan, menghalangi Anda untuk melakukan kebaikan, mendorong Anda untuk berdosa, atau membangkitkan semangat Anda untuk maksiat maka berlindunglah kepada Allah, sandarkan diri Anda kepada Allah, mintalah perlindungan kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar terhadap apa yang anda ucapkan dan Maha Mengetahui niat Anda, kekuatan dan kelemahan Anda. Dia mengetahui kesungguhan Anda dalam bersandar kepada-Nya, sehingga Dia akan melindungi Anda dari godaan dan was-was setan. (Taisir Karimir Rahman, Hal.313)

Sumber artikel: konsultasisyariah.com

 

Simak Juga VIDEO PENJELASAN  Ust Dzulkifi.M Ali, Lc.